Posted by: Arnie Suryo | 2 June 2012

Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Foto Pre-Wedding

Setiap pasangan tentunya ingin tampil maksimal saat melakukan foto pre-wedding. Sebelum foto, sebaiknya ketahui dulu beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan ketika mau melaksanakan foto pre-wedding, seperti yang dikutip dari ezine articles.

1. Tidak Mempertimbangkan Personal Style
Saat melakukan foto berdua sebelum menikah, banyak pasangan yang lebih mementingkan konsep pernikahan daripada style diri sendiri. Padahal fotografer perlu pemahaman tentang karakter Anda yang berguna ketika mereka mendesain foto. Misalnya, kepribadian Anda yang simple, tidak senang hal-hal yang mencolok. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, maka fotografer bisa mengetahui konsep pemotretan yang sederhana, tapi sesuai dengan tema pernikahan. Jika fotografer tidak paham karakter Anda, bisa saja konsep yang dibuat tak sesuai pilihan.

2. Fotografer Kurang Memahami Konsep Pernikahan
Terkadang, beberapa fotografer kurang paham apa yang Anda mau. Kebanyakan foto pernikahan diambil dari jarak dekat. Bagi sebagian orang hal itu merupakan ide yang baik, tapi tidak menutup kemungkinan kalau Anda tidak menyukai dengan konsepnya. Ada juga fotografer yang biasa menggunakan konsep dokumenter atau foto jurnalistik dalam setiap karyanya. Supaya semua berjalan sesuai keiinginan, lebih baik Anda menjalin komunikasi yang terbuka dengan fotografer. Utarakan semua yang diinginkan sebelum menjalani proses foto pre-wedding.

3. Tidak Mempertimbangkan Siapa Fotografernya
Mungkin Anda merasa siapa pun fotografernya tidak masalah. Akan tetapi, hal tersebut bisa menjadi kesalahan yang fatal. Setiap fotografer memiliki gaya pemotretan yang berbeda. Cari yang paling sesuai dengan keiinginan Anda dan pasangan.

4. Hanya Mempertimbangkan Fotografer yang Berkepribadian Baik
Ketimbang hasil foto yang bagus, ada beberapa pasangan yang memilih fotografer berdasarkan kepribadiannya. Tentu saja, fotografer yang baik akan membuat nyaman Anda dan pasangan ketika sedang pemotretan karena pandai berkomunikasi. Tetapi jangan sampai Anda menyesal dengan hasil foto yang didapat. Ada baiknya jika Anda dan pasangan banyak melakukan riset dan mendengarkan saran orang lain.

5. Tidak Bisa Membedakan Antara Fotografer yang Ahli dan Tidak
Sering kali pasangan yang mau menikah tidak bisa membedakan mana fotografer yang ahli dan memang mencintai pekerjaan mereka atau fotografer yang bekerja ‘hanya untuk uang’. Biasanya, fotografer yang ahli memasang harga cukup tinggi karena kualitas terbaik yang diberikan. Berbeda dengan fotografer yang tidak memiliki kemampuan, mereka akan lebih banyak ‘janji’ daripada buktinya.

sumber: wolipop.com & Thinkstock


Tinggalkan komentarmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: