Posted by: Arnie Suryo | 30 November 2013

Biaya untuk Menikah Kurang, Bolehkah Berhutang?

131130A Thinkstock

 

Hampir semua pasangan ingin menggelar resepsi pernikahan secara maksimal karena merasa menikah itu seumur hidup sekali. Banyak dari mereka yang akhirnya berlebihan budget sehingga harus berhutang demi pesta pernikahan. Tidak sedikit hutang dari resepsi itu sendiri yang mungkin memakan waktu hingga bertahun-tahun untuk melunasinya. Sebenarnya, bolehkah berhutang untuk menikah? Ini kata perencana keuangan ternama Indonesia, Lisa Soemarto.

“Kalau saya nggak menyarankan, karena yang namanya menikah bukan pesta pernikahan saja, nanti mungkin mau honeymoon, mungkin nanti mau menyiapkan rumah entah direnovasi atau beli barang baru, merencanakan punya anak, biaya melahirkan, pendidikan, jadi masih banyak biaya-biaya lain,” tutur Lisa saat berbincang dengan Wolipop di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/10/2013).

Trainer International Association of Registered Financial Consultans (IARFC) itu juga mengatakan, bila saat menikah sudah berhutang tentu setelahnya akan sibuk melunasinya. Hal ini bisa mempengaruhi keuangan Anda dan pasangan saat ingin menyiapkan kebutuhan lain seperti pendidikan anak, liburan, atau pensiun.

Oleh karena itu, sebaiknya buat dana pernikahan sejak dini dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil setelahnya. Meskipun Anda dan pasangan merencanakan pernikahan mendadak dan tidak sempat mengumpulkan dana, Lisa menyarankan agar tidak perlu memaksakan diri. Hindari berhutang dan gelar acara sesuai budget saat ini.

Ingat, sebenarnya yang penting bukan pesta pernikahan atau kemegahan saat resepsi tapi kehidupan setelah menikah. Bila dipaksakan berhutang, risikonya juga dapat mempengaruhi hubungan antara Anda dan pasangan nantinya.

“Nanti bisa jadi masalah dalam hubungan suami-istri juga, makanya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Jangan awal-awal pernikahan sudah pusing mikirin hutang pesta nikah jadi kehilangan esensi pernikahan itu sendiri. Menikah itu kan bukan pesta pernikahan tapi suatu kehidupan,” ujarnya menutup pembicaraan.

 

sumber: wolipop.com & Thinkstock


Tinggalkan komentarmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: