Posted by: Arnie Suryo | 5 May 2014

Perawatan Wajah yang Aman agar Tetap Cantik Saat Hamil

140505A Thinkstock

 

Saat hamil, wanita banyak mengalami perubahan pada tubuhnya. Selain tubuh yang menggemuk dan perubahan hormon, kulit juga salah satu yang mengalami efek dari kehamilan, dan yang paling terlihat umumnya di kulit wajah.

Menurut dr. Iswan Syarif, SpOG (K), ada dua jenis perubahan kulit wajah pada wanita karena hamil. Kulit biasanya akan terlihat lebih cerah dan bersinar, karena aktifnya peredaran darah di bagian bawah kulit, sehingga pipi terlihat merah merona. Namun beberapa wanita bisa juga mengalami perubahan yang kurang menyenangkan, yaitu timbulnya jerawat dan flek pada wajah.

Dijelaskan dr. Iswan, hormon androgen dan kandungan cairan dalam tubuh dapat menimbulkan jerawat saat masa kehamilan. Sedangkan flek atau yang sering juga disebut dengan chloasma gravidarum (topeng kehamilan), disebakan oleh pengaruh perubahan hormonal. Biasanya flek akan muncul pada daerah-daerah yang sering terkena paparan sinar matahari seperti area dahi, hidung dan pipi.

Masalah kulit saat hamil bisa dihindari dengan perawatan yang benar dan tepat. Dalam acara LH Care of Beauty di Sambara Resto, Cipete Raya, Jakarta Selatan, Minggu (27/04/2014), ia berbagi tips bagi para ibu hamil agar tetap terlihat cantik tapi tetap aman untuk janin.

Untuk kulit berjerawat dapat dicegah dengan membersihkan wajah dua hingga tiga kali sehari, menggunakan pembersih wajah yang lembut dan bebas minyak. Hindari susu pembersih saat membersihkan wajah, karena akan membuat wajah semakin berminyak. Lalu keringkan wajah dengan cara ditepuk-tepuk secara lembut, bukan diusap menggunakan handuk karena bisa menyebabkan iritasi yang memicu peradangan jerawat. Setelah itu gunakan pelembab bertekstur ringan yang aman untuk kulit sensitif dan bebas minyak.

Sedangkan untuk perawatan flek pada wajah, dr. Iswan memberikan tips agar sering menggunakan pelembab yang mengandung tabir surya. “Paling tidak SPF 15 saat akan melakukan aktivitas di luar rumah, untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang memicu timbulnya hiperpigmentasi kulit,” ujarnya.

Pemilihan kosmetik bagi ibu hamil dan menyusui, juga menjadi hal yang harus diperhatikan untuk keamanan dan kesehatan bayi. dr. Iswan menjelaskan periode kritis tumbuh kembang janin pada awal kehamilan, membuat bahan kimia berbahaya akan mudah terserap dan dapat mengganggu pertumbuhan janin. Tak jarang dapat menyebabkan keguguran pada kehamilan.

Salah satu kandungan kosmetik berbahaya bagi ibu hamil, menyusui dan janin adalah merkuri. “Merkuri itu mengandung logam berat sehingga sangat berbahaya, dapat memberikan efek gagal ginjal sampai gangguan perkembangan janin,” ujar dokter yang juga pemilik dari LH Care of Beauty itu.

Ia juga menyarankan agar para ibu hamil untuk mulai menghindari kosmetik yang mengandung bahan merkuri dan beralih menggunakan kosmetik yang terbuat dari bahan-bahan alami. Akan lebih aman jika Anda memilih kosmetik berbahan organik yang telah memiliki sertifikasi dari lembaga terpercaya. Label kosmetik organik biasanya terdapat pada kemasan produk.

 

sumber: wolipop.com & Thinkstock


Tinggalkan komentarmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: